-- SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA --
Tampilkan postingan dengan label hacker attack. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hacker attack. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 April 2011

Mengatasi Web Script Jahat di Internet

oleh Onno W. Purbo

Jika anda sering melakukan browsing di Internet, sering kali kita memperoleh kiriman script dari situs web yang kita masuki. Script Web ini biasanya baik-baik saja, akan tetapi tidak mustahil akan ada kiriman script jahat tanpa kita sadari yang akan mengirimkan data yang buruk, gambar yang tidak di inginkan, program (script jahat) yang akan meng-compromise (menduduki / menguasai) data anda.

Tulisan ini merupakan saduran bebas tulisan sejenis di Computer Emergency Responds Team http://www.cert.org yang membahas masalah script Web jahat. Masalah ini timbul bukan karena Web browser yang kita gunakan, akan tetapi lebih di sebabkan karena bagaimana situs Web di bentuk, dan bagaimana proses validasi data masuk & keluar situs Web yang harusnya menjamin tidak ada script yang tidak baik ini untuk masuk ke web browser klien.

Bagaimana cara web script masuk ke web browser kita? Seorang Web developer yang jahat akan mengirimkan script ke web browser kita pada saat kita memasukan data seperti URL, elemen pada formulir, atau permintaan database. Script jahat akan dikirimkan bersama responds situs Web sesuai permintaan yang diminta; akhirnya script jahat akan mendekam di web browser anda.

Konsekuensi terbukanya web browser ke script jahat, antara lain adalah:

• Mengikuti link yang tidak bisa di percaya di halaman Web, berita e-mail, atau posting di newsgroups.
• Menggunakan formulir interaktif pada situs yang tidak bisa dipercaya.
• Memperhatikan halaman Web yang isinya ditimbulkan secara dinamis oleh orang lain.
• Anda akan terhubung (link) ke situs yang tampaknya aman, dan mengisi form di situs tersebut yang sebetulnya tidak bisa dipercaya, atau mencari database di situ.

Apa yang akan terjadi dengan terbukanya Web browser ke script jahat? Ada beberapa hal yang mungkin terjadi seperti kehilangan password anda, juga tercuri-nya informasi yang mungkin di anggap aman. Script jahat ini bukan mustahil dapat mengeksplorasi kondisi jaringan lokal di organisasi anda (intranet anda) terutama bagi penyerang yang ada di Internet.

Bagaimana cara kita menghindari masalah ini? Cara paling sederhana untuk mengatasi serangan dari script jahat yang masuk dari situs Web adalah dengan cara mematikan semua fasilitas bahasa scripting. Perlu dicatat bahwa dengan matikan fasilitas bahasa scripting belum 100% mematikan serangan, terutama jika programmer tersebut masuk melalui fasilitas HTML untuk membuat
. Sialnya dengan mematikan semua fasilitas ini akan mematikan banyak fungsi Web browser, akhirnya kita harus memilih kapan kita mematikan & kapan menyalakan fasilitas ini untuk memperoleh fungsi yang lebih baik pada saat melakukan browsing.

Cara mengamankan Web browser yang menggunakan Internet Explorer 5 adalah sebagai berikut:

• Start Internet Explorer seperti saat anda akan melakukan browsing
• Dari menu Tools pilih Internet Options... . Akan keluar box dialog Internet Options.
• Pilih Security tab. Akan keluar panel Security Options.
• Klik pada Internet zone untuk memilih itu.
• Klik tombol Custom Level. Akan keluar panel Security Settings.
• Pilih High option dari daftar pull-down.
• Klik tombol Reset. Sebuah box dialog akan keluar menanyakan apakah anda yakin akan mengubah setting security dari zone tersebut.
• Klik Yes. Selanjutnya anda perlu melakukan beberapa perubahan setting dan melakukan perubahan sesuai langkah yang di bawah ini.
• Untuk setting Scripting ActiveX controls yang bertanda safe for Scripting, cek tombol radio untuk men-disable atau keluarkan prompt tergantung level kepercayaan anda.
• Jika anda memutuskan untuk men-disable Java, untuk setting ijin Java, cek tombol radio untuk men-disable Java. Jika anda tidak mempunyai seting ijin Java, artinya Java telah di disable.
• Untuk setting Active scripting dibawah bagian Scripting, cek tombol radio untuk men-disable.
• Klik OK untuk menerima perubahan. Sebuah box dialog keluar menanyakan apakah anda yakin akan perubahan yang dilakukan.
• Klik Yes.
• Di dialog box pilihan Internet Options, klik tab Advanced. Akan keluar pilihan panel Advanced.
• Perhatian / yakinkan bahwa setting pemberitahuan kalau terjadi perubahan antara situs yang aman dan tidak aman di cek.
• Klik Apply untuk menyimpan perubahan yang dilakukan.
• Klik OK untuk menutup dialog box Internet Options.

Dengan logika yang hampir sama anda dapat melakukannya untuk Web browser lainnya termasuk Netscape Communicator.
Read more

Sabtu, 02 April 2011

Teknik Mengintai Jaringan Lawan

oleh Onno W. Purbo

melakukan pengintaian jaringan lawan, dalam bahasa Inggris-nya adalah network reconnaissance. Proses pengintaian dapat dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak traceroute (di UNIX / Linux), atau menggunakan tracert (di Windows).

Traceroute merupakan perangkat lunak diagnostik yang pertama kali di kembangkan oleh salah satu sesepuh Internet yaitu Van Jacobson. Dengan mengakali parameter Time To Live (TTL) di paket IP agar setiap router yang dilewati mengirimkan berita ICMP_TIME_EXCEEDED, kita dapat memetakan route yang diambil oleh sebuah paket dalam jaringan Internet.

Sebagai contoh kita akan melihat hasil traceroute ke beberapa mesin yang ada di lingkungan jaringan Telkom, seperti www.telkom.co.id, www.plasa.com, in-mta1.telkom.co.id. Proses traceroute saya lakukan menggunakan sambungan dial-up menggunakan ISP indo.net.id pada kecepatan 19.2Kbps karena kebetulan memang kabel telepon di rumah saya tidak terlalu baik. Mari kita lihat beberapa kesimpulan dari peta yang kita peroleh.

[root@gate onno]# traceroute www.plasa.com
traceroute to www.plasa.com (202.134.0.172), 30 hops max, 38 byte packets
1 Digital-Tc.indo.net.id (202.159.33.29) 187.690 ms 189.692 ms 189.757 ms
2 Subnet-Gateway.indo.net.id (202.159.33.32) 189.820 ms 178.021 ms 179.822 ms
3 Loral-Gateway.indo.net.id (202.159.32.1) 189.840 ms 199.950 ms 182.850 ms 4 202.148.63.65 (202.148.63.65) 216.687 ms * 219.695 ms
5 * * 198.32.204.83 (198.32.204.83) 300.194 ms
6 * s2-4-gw1.gcc.jakarta.telkom.net.id (202.134.3.241) 490.050 ms 409.613 ms
7 * FE11-0-0.sm2.jakarta.telkom.net.id (202.134.3.149) 300.095 ms 309.653 ms
8 GigaE5-0.1.emm.jakarta.telkom.net.id (202.134.3.174) 349.822 ms 299.629 ms *
9 www.plasa.com (202.134.0.136) 400.178 ms 389.508 ms *


Tampaknya www.plasa.com berada di Jakarta, karena memlalui beberapa mesin / router penting Telkom yang ada di Jakarta; mesin gcc, sm2 kemungkinan ada di Semanggi / Sentral telkom di Gatot Subroto – yah itu hanya tebakan dari gaya penamaan mesin Telkom yang kemungkinan mengambil referensi pola penamaan tempat cara abri yang agak kriptik tapi terprediksi Waktu yang dibutuhkan untuk mengirimkan paket & dikembalikan lagi oleh www.plasa.com adalah sekitar 400 mili detik.


[root@gate onno]# traceroute in-mta1.telkom.co.id
traceroute to in-mta1.telkom.co.id (202.134.0.196), 30 hops max, 38 byte packets 1 Digital-Tc.indo.net.id (202.159.33.29) 507.252 ms 489.515 ms 509.857 ms
2 * Subnet-Gateway.indo.net.id (202.159.33.32) 200.130 ms 199.694 ms
3 Loral-Gateway.indo.net.id (202.159.32.1) 199.793 ms 189.703 ms 189.889 ms
4 202.148.63.65 (202.148.63.65) 389.829 ms 269.620 ms *
5 * * *
6 s2-4-gw1.gcc.jakarta.telkom.net.id (202.134.3.241) 869.655 ms 669.665 ms
559.793 ms
7 FE11-0-0.sm2.jakarta.telkom.net.id (202.134.3.149) 489.828 ms 419.716 ms *
8 GigaE5-0.1.emm.jakarta.telkom.net.id (202.134.3.174) 369.912 ms 219.670 ms 219.859 ms
9 in-mta2.plasa.com (202.134.0.196) 339.852 ms 239.796 ms 289.778 ms


Secara tidak sengaja kita bisa melihat ternyata in-mta1.telkom.co.id adalah juga in-mta2.plasa.com, artinya semua mail ke orang telkom dengan hostname telkom.co.id akan bisa di tangkap di in-mta2.plasa.com juga. Ini agak berbahaya sebetulnya untuk sebuah perusahaan seperti Telkom. Tampaknya in-mta2.plasa.com, in-mta1.telkom.co.id & www.plasa.com berada dalam sebuah keluarga jaringan 202.134.0.x. Jika kita mengetahui struktur organisasi Telkom, berarti 202.134.0.x merupakan tempat penyimpanan mesin-mesin yang dikelola oleh Divisi Multimedia yang mengelola plasa.com.


[root@gate onno]# traceroute www.telkom.net.id
traceroute to www.telkom.net.id (202.134.0.12), 30 hops max, 38 byte packets
1 Digital-Tc.indo.net.id (202.159.33.29) 197.334 ms 189.571 ms 189.805 ms
2 Subnet-Gateway.indo.net.id (202.159.33.32) 199.799 ms 189.752 ms 189.969
ms
3 Loral-Gateway.indo.net.id (202.159.32.1) 189.734 ms 199.678 ms 189.795 ms
4 202.148.63.65 (202.148.63.65) 249.844 ms 316.807 ms 289.855 ms
5 * * *
6 * s2-4-gw1.gcc.jakarta.telkom.net.id (202.134.3.241) 260.189 ms 299.710 ms
7 * FE11-0-0.sm2.jakarta.telkom.net.id (202.134.3.149) 320.187 ms 319.636 ms
8 * GigaE5-0.1.emm.jakarta.telkom.net.id (202.134.3.174) 330.246 ms *
9 game.plasa.com (202.134.0.12) 460.078 ms * 420.131 ms


Ah semakin yakin saja kita, dari hasil traceroute www.telkom.net.id terlihat sekali bahwa ternyata www.telkom.net.id ternyata identik dengan game.plasa.com. Jelas bahwa semua keluarga besar plasa.com & telkom.net.id adalah servis TelkomNet yang merupakan bagian dari servis Divisi Multimedia PT. Telkom; termasuk tentunya TelkomNet Instant yang sering menjadi bulan-bulan ISP Indonesia yang lain yang menunjukan ketidak adilan (ketidak fairan) Telkom dalam memberikan servis di Indonesia.

Menarik untuk di simak ternyata Divisi Multimedia memegang keluarga IP 202.134.0.x sangat predictable sekali karena logikanya 202.134.x.x kemungkinan besar adalah keluarga IP-nya PT. Telkom, dan nomor terkecil (0) di ambil oleh penyelenggara / operator-nya, yaitu Divisi Multimedia. Dari hasil traceroute juga terlihat bahwa jaringan backbone / router utama Telkom tampaknya menggunakan keluarga IP 202.134.3.x.

Selanjutnya kita mencoba melihat bagaimana dengan kantor pusat PT. Telkom Indonesia di Bandung. Mari kita lihat hasil traceroute ke www.telkom.co.id yang tampaknya berada di kantor pusat PT. Telkom di Bandung.


[root@gate onno]# traceroute www.telkom.co.id
traceroute to www.telkom.co.id (202.134.2.15), 30 hops max, 38 byte packets
1 Digital-Tc.indo.net.id (202.159.33.29) 341.254 ms 189.285 ms 189.863 ms
2 Subnet-Gateway.indo.net.id (202.159.33.32) 389.814 ms 539.738 ms 339.843 ms
3 Loral-Gateway.indo.net.id (202.159.32.1) 379.842 ms 189.737 ms 629.806 ms
4 * * *
5 198.32.204.83 (198.32.204.83) 520.177 ms 529.823 ms 489.612 ms
6 * * s2-4-gw1.gcc.jakarta.telkom.net.id (202.134.3.241) 490.196 ms
7 * FE11-0-0.sm2.jakarta.telkom.net.id (202.134.3.149) 720.213 ms *
8 * * *
9 * * fe-sm2.jakarta.telkom.net.id (202.134.3.179) 599.379 ms
10 s0-lembong.bandung.telkom.net.id (202.134.3.38) 719.669 ms 659.553 ms S4.lbg.bandung.telkom.net.id (202.134.3.50) 529.925 ms
11 192.168.16.250 (192.168.16.250) 765.193 ms 859.890 ms *
12 202.134.2.15 (202.134.2.15) 1070.083 ms 769.732 ms *


Dari hasil traceroute ke www.telkom.co.id ada yang menggelitik hati saya, ternyata ada router di IntraNet Telkom menggunakan IP 192.168.16.250 yang tampak ke jaringan public. Ini terus terang, agak menyalahi pakem untuk mendisain jaringan yang baik. Router yan menjadi firewall ke jaringan IntraNet telkom tampaknya ber-alamat IP 202.134.3.50.

Biasanya jaringan IntraNet 192.168.x.x & 10.x.x.x, harusnya tertutup untuk dilihat oleh publik. Jika perancang jaringan tersebut secara benar merancang jaringannya akan sangat sulit melakukan penetrasi jaringan menggunakan traceroute. Salah satu cara untuk melakukan traceroute menembus IntraNet, adalah dengan melakukan traceroute pada port tertentu, misalnya port 53 yang merupakan port Domain Name System (DNS) menggunakan perintah:

# traceroute –s –P53 IP_mesin_tujuan_dibalik_firewall

Bagi para administrator jaringan, tentunya akan sangat menyakitkan jika mengetahui bahwa jaringan-nya di intai oleh para hacker menggunakan traceroute. Ada beberapa software yang dapat digunakan untuk menipu / membatasi proses pengintaian tersebut, seperti snort (http://www.snort.org) yang merupakan software untuk melakukan Network Intrusion Detection System (NIDS). Kalau mau lebih jail lagi mungkin bisa menggunakan RotoRouter (http://packetstorm.securify.com/linux/trinux/src/rr-1.0.tgz) yang dapat mengirimkan responds palsu terhadap program yang melakukan tracreroute. Selain itu, anda juga dapat membatasi router-router yang ada di luar jaringan untuk membatasi traffik ICMP & UDP ke sistem yang spesifik, yang akhirnya akan mengurangi keterbukaan jaringan anda ke luar.
Read more

Jumat, 01 April 2011

dunia bawah internet

oleh Onno W. Purbo

Seperti juga dunia lainnya ada segmen dunia yang tidak suka / tidak mau menggunakan hukum tertulis, bertumpu pada struktur & pengadilan. Dunia ini juga ada di Internet, mereka sangat gila dengan komputer / kemampuan akses ke komputer dan apapun yang dapat mengajarkan kepada mereka bagaimana dunia komputer khususnya bekerja; semua dilakukan tanpa batas & totalitas. Mereka tidak suka menyembunyikan informasi, dan semua informasi harus bebas, terbuka & transparan – aliran copyleft lebih banyak penganutnya daripada copyright. Mereka tidak percaya pada autoritas, birokrasi, penguasa – kekuasaan harus terdesentralisasi. Seseorang dinilai dari kemampuannya, bukan kriteria-kriteria buatan seperti gelar, jabatan, umum, posisi, atau suku bangsa. Mereka membuat seni & keindahan di komputer & mereka percaya bahwa komputer akan membawa kita semua ke kondisi yang lebih baik. Konsep hidup & etika di atas di formulasikan oleh Steven Levy 1984 dari pengamatan masyarakat bawah tanah di Internet dalam bukunya Heroes of the Computer Revolution.

Saya yakin sebagian besar dari kita bisa meraba siapakah mereka ini? Betul, mereka adalah para hacker. Masyarakat yang tidak terlihat, tidak terdeteksi, seperti siluman, mereka hidup & berjaya di dunia maya – tanpa terdeteksi oleh pengguna Internet biasa, tak terdeteksi oleh sistem administrator WARNET & ISP.

Oleh Media & stereotype masyarakat membentuk karakter hacker sebagai orang jahat dan suka merusak. Stereotype ABG 15-20 tahun-an, yang duduk di belakang komputer berjam-jam, masuk ke sistem dan men-delete, berbelanja menggunakan kartu kredit curian atau menghancurkan apa saja yang bisa mereka hancurkan – “anak” ini dikenal sebagai cracker bukan sebagai hacker. Cracker ini yang sering anda dengar di berita / media, mematikan situs web, menghapus data dan membuat kekacauan kemanapun mereka pergi. Hacker yang betul sebenarnya tidak seperti yang ada dalam stereotype banyak orang di atas.

Di dunia elektronik underground nama jelas & nama lengkap tidak digunakan. Orang biasanya menggunakan nama alias, callsign atau nama samaran. Hal ini memungkinkan kita bisa menyamarkan identitas, dan hanya di kenali sesama underground. Beberapa nama diantara hacker Indonesia bisa dikenali seperti hC, cbug, litherr, fwerd, d_ajax, r3dshadow, cwarrior, ladybug, chiko, gelo, BigDaddy dsb..

Apakah perbedaan mendasar antara seorang cracker & hacker? Di http://www.whatis.com, cracker di definisikan sebagai “seseorang yang masuk ke sistem orang lain, biasanya di jaringan komputer, membypass password atau lisensi program komputer, atau secara sengaja melawan keamanan komputer. Cracker dapat mengerjakan hal ini untuk keuntungan, maksud jahat, atau karena sebab lainnya karena ada tantangan. Beberapa proses pembobolan dilakukan untuk menunjukan kelemahan keamanan sistem”

Berbeda dengan Cracker, Hacker menurut Eric Raymond di definisikan sebagai programmer yang pandai. Sebuah hack yang baik adalah solusi yang cantik kepada masalah programming dan “hacking” adalah proses pembuatan-nya. Ada beberapa karakteristik yang menandakan seseorang adalah hacker, seperti (1) dia suka belajar detail dari bahasa pemrograman atau system, (2) dia melakukan pemrograman tidak cuma berteori saja, (3) dia bisa menghargai, menikmati hasil hacking orang lain, (4) dia dapat secara cepat belajar pemrogramman, dan (5) dia ahli dalam bahasa pemrograman tertentu atau sistem tertentu, seperti “UNIX hacker”.

Yang menarik, ternyata dalam dunia hacker terjadi strata / tingkatan / level yang diberikan oleh komunitas hacker kepada seseorang karena kepiawaiannya, bukan karena umur atau senioritasnya. Proses yang paling berat adalah untuk memperoleh pengakuan / derajat / acknowledgement diantara masyarakat underground, seorang hacker harus mampu membuat program untuk meng-eksploit kelemahan sistem, menulis tutorial (artikel) biasanya dalam format ASCII text biasa, aktif diskusi di mailing list / IRC channel para hacker, membuat situs web dsb. Entah kenapa warna background situs web para hacker seringkali berwarna hitam gelap, mungkin untuk memberikan kesan misterius. Proses memperoleh acknowledgement / pengakuan, akan memakan waktu lama bulanan bahkan tahun, tergantung ke piawaian hacker tersebut.

Proses memperoleh pengakuan di antara sesama hacker tidak lepas dari etika & aturan main dunia underground. Etika ini yang akhirnya akan membedakan antara hacker & cracker, maupun hacker kelas rendahan seperti Lamer & Script Kiddies.

Gambaran umum aturan main yang perlu di ikuti seorang hacker seperti di jelaskan oleh Scorpio http://packetstorm.securify.com/docs/hack/ethics/my.code.of.ethics.html, yaitu:

• Di atas segalanya, hormati pengetahuan & kebebasan informasi.
• Memberitahukan sistem administrator akan adanya pelanggaran keamanan / lubang di keamanan yang anda lihat.
• Jangan mengambil keuntungan yang tidak fair dari hack.
• Tidak mendistribusikan & mengumpulkan software bajakan.
• Tidak pernah mengambil resiko yang bodoh – selalu mengetahui kemampuan sendiri.
• Selalu bersedia untuk secara terbuka / bebas / gratis memberitahukan & mengajarkan berbagai informasi & metoda yang diperoleh.
• Tidak pernah meng-hack sebuah sistem untuk mencuri uang.
• Tidak pernah memberikan akses ke seseorang yang akan membuat kerusakan.
• Tidak pernah secara sengaja menghapus & merusak file di komputer yang dihack.
• Hormati mesin yang di hack, dan memperlakukan dia seperti mesin sendiri.

Jelas dari Etika & Aturan main Hacker di atas, sangat tidak mungkin seorang hacker betulan akan membuat kerusakan di komputer.

Tentunya ada berbagai tingkatan / strata di dunia underground. Saya yakin tidak semua orang setuju dengan derajat yang akan dijelaskan disini, karena ada kesan arogan terutama pada level yang tinggi. Secara umum yang paling tinggi (suhu) hacker sering di sebut ‘Elite’; di Indonesia mungkin lebih sering di sebut ‘suhu’. Sedangkan, di ujung lain derajat hacker dikenal ‘wanna-be’ hacker atau dikenal sebagai ‘Lamers’. Yang pasti para pencuri kartu kredit bukanlah seorang hacker tingkat tinggi, mereka hanyalah termasuk kategori hacker kelas paling rendah / kacangan yang sering kali di sebut sebagai Lamer. Mereka adalah orang tanpa pengalaman & pengetahuan biasanya ingin menjadi hacker (wanna-be hacker). Lamer biasanya membaca atau mendengar tentang hacker & ingin seperti itu. Penggunaan komputer Lamer terutama untuk main game, IRC, tukar menukar software prirate, mencuri kartu kredit. Biasanya melakukan hacking menggunakan software trojan, nuke & DoS (Denial of Service). Biasanya menyombongkan diri melalui IRC channel dsb. Karena banyak kekurangannya untuk mencapai elite, dalam perkembangannya Lamer hanya akan sampai level developed kiddie atau script kiddie saja; pada tingkatan kiddie ini biasanya hacker masih banyak bergantung pada Grafik User Internet (GUI) atau Windows, karena belum paham betul untuk melakukan programming dengan baik.

Dua tingkat tertinggi para hacker & yang membuat legenda di underground dunia maya, adalah tingkat Elite & Semi Elite. Barangkali kalau di terjemahkan ke bahasa Indonesia, tingkat ini merupakan suhu dunia underground. Elite juga dikenal sebagai 3l33t, 3l337, 31337 atau kombinasi dari itu; merupakan ujung tombak industri keamanan jaringan. Mereka mengerti sistem operasi luar dalam, sanggup mengkonfigurasi & menyambungkan jaringan secara global. Sanggup melakukan pemrogramman setiap harinya. Sebuah anugrah yang sangat alami, mereka biasanya effisien & trampil, menggunakan pengetahuannya dengan tepat. Mereka seperti siluman dapat memasuki sistem tanpa di ketahui, walaupun mereka tidak akan menghancurkan data-data. Karena mereka selalu mengikuti peraturan yang ada.

Hacker tingkat atas (suhu), biasanya akan memilih target secara hati-hati, tanpa terlihat, diam-diam seperti siluman di kegelapan malam. Setelah melalui banyak semedi & membaca banyak buku-buku tentang kerja jaringan komputer, Request For Comment (RFC) di Internet & mempraktekan socket programming. Semua ini tidak pernah di ajarkan di bangku sekolah maupun kuliah manapun. Secara perlahan mereka akan naik hirarki mereka sesuai dengan kemampuannya, tanpa menyombongkan dirinya – itulah para suhu dunia underground. Salah satu suhu hacker di Indonesia yang saya hormati & kagumi kebetulan bekas murid saya sendiri di Teknik Elektro ITB, beliau relatif masih muda + sekarang telah menjadi seorang penting di Research & Development Telkomsel.

Cukup banyak situs di Internet yang bisa menjadi basis pengetahuan underground, beberapa diantara-nya berbahasa Indonesia seperti Kecoa Elektronik http://www.k-elektronik.org, Hackerlink http://www.hackerlink.or.id, maupun Anti-hackerlink (entah dimana lokasinya). Referensi terbaik mungkin bisa dibaca di berbagai situs di luar negeri seperti http://packetstorm.securify.com, http://www.hackingexposed.com, http://neworder.box.sk, http://www.sans.org, http://www.rootshell.com.
Read more